bahasikan.com

Budidaya Ikan Nila

Budidaya Ikan Nila – Ikan nila atau dalam bahasa latin Oreochromis niloticus merupakan salah satu ikan konsumsi yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Ikan nila sendiri berasal dari benua Afrika, dan datang ke Indonesia pada tahun 1969.

Budidaya ikan nila sendiri pertama kali dilakukan oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Bogor pada tahun 1969. Budidaya ikan nila mulai dilakukan secara masal karena banyaknya permintaan dan mudahnya dalam budidaya ikan nila di Indonesia.

Gambar Bibit Ikan Nila Bangkok

Gambar Bibit Ikan Nila Bangkok

Nah, diartikel kali ini kami akan membahas tuntas mengenai budidaya ikan nila dalam berbagai cara. Mulai dari budidaya ikan nila di kolam terpal, budidaya ikan nila di ember, budidaya ikan nila di kolam tanah dll. Ikan nila termasuk ikan yang mudah di budidayakan.

Pada awalnya, ikan nila merupakan ikan invasif yang mengganggu populasi ikan lokal di Indonesia. Ini karena cepatnya nila berreporduksi dan ikan nila termasuk dalam ikan agresif.

Budidaya ikan nila dilakukan dalam beberapa tahapan. Untuk mempermudah anda yang ingin membudidayakan ikan nila dirumah, berikut langkah budidaya ikan nila terbaik dan termudah yang bisa anda lakukan.

Cara Budidaya Ikan Nila Terlengkap

budidaya ikan nila

budidaya ikan nila

1. Persiapan Kolam Budidaya Ikan Nila

Tahapan pertama dalam budidaya ikan nila adalah persiapan kolam. Anda bisa membuat kolam budidaya ikan nila berupa kolam terpal, kolam semen, dan kolam tanah. Sekarang ini, ada juga solusi alternatif dalam budidaya ikan nila, yaitu menggunakan bioflok dan ember.

Budidaya ikan nila di bioflok dan ember diterapkan jika anda tidak memiliki lahan yang luas. Dalam persiapan kolam ada beberapa tahapan agar hasil budidaya ikan nila memuasakan, berikut ini tahapan persiapan budidaya ikan nila kolam tanah.

kolam tanah

kolam tanah

A. Persiapan Dasar Kolam Ikan Nila

Hal pertama yang anda lakukan adalah menentukan lahan yang bagus dan memperkirakan apakan ada sumber mata air di lahan tersebut. Jika anda sudah memiliki kolam tanah, maka lakukan pengeringan kolam terlebih dahulu.

Pengeringan kolam bertujuan untuk membersihkan kolam dari kotoran, bakteri, dan predator yang bisa membunuh bibit ikan nila.

Pengapuran

Pengapuran

B. Menstabilkan pH Kolam Ikan Nila

Setelah kolam bersih dari hama dan kotoran, langkah selanjutnya adalah menstabilkan pH kolam. Langkah ini dilakukan agar pertumbuhan ikan nila cepat dan ikan nila sehat.

Untuk budidaya ikan nila, tanah yang bagus adalah tanah yang memiliki tingkat keasaman pH 7. Rata – rata tanah di Indonesia memiliki pH dibawah 6. Jika pH tanah dibawah 6, maka hal ini akan menghambat pertumbuhan dan ikan mudah terkena penyakit.

Untuk mengukur pH tanah, anda bisa menggunakan pH meter. Solusi terbaik agar pH tanah kolam budidaya ikan nila di angka pH 7 adalah dengan memberikan kapur putih pada dasar kolam.

Pengapuran dasal kolam budidaya ikan nila bertujuan untuk membunuh bakteri, jamur, dan mikroba yang dapat membunuh bibit ikan nila. Dosis pengapuran sebagai berikut :

Dosis pengapuran pH tanah

  • pH <4, maka gunakan kapur sebanyak 500-1000kg/ha.
  • pH 5-6, maka gunakan kapur sebanyak 250-500 kg/ha.
  • pH 6, maka gunakan kapur  sebanyak 100-250 kg/ha.

Cara pengapuran adalah dengan menaburkan kapur pada dasar kolam. Tunggu 3 -4 hari pasaka pengapuran. Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan penebaran pupuk kandang organik.

Pupuk kandang organik bertujuan untuk menumbuhkan mikroba baik yang bermanfaat untuk pertumbuhan ikan nila dan makanan tambahan bibit ikan nila. Setelah pemupukan selesai, maka kolam budidaya ikan nila siap digunakan.

Pengisian Air Kolam

Pengisian Air Kolam

3. Pengisian Air Kolam

Setelah pengapuran dan pemupukan, tunggu kurang lebih 3-5 hari sampai kolam budidaya ikan nila siap di isi air. Air yang digunakan dalam pengisian kolam budidaya ikan nila harus memiliki pH sekitar 6,5 – 7. Ini bertujuan agar ikan nila tidak mudah stres dan mempercepat pertumuhannya.

Lakukan pengecekan pH air menggunakan pH meter. Isi kolam budidaya ikan nila dengan ketinggian 75 – 100 cm. Ketinggian air 75 – 100 meter bertujuan agar ikan nila mudah untuk mengambil oksigen dipermukaan dan suhu air menjadi stabil.

Suhu air yang bagus dalam budidaya ikan nila berkisar 28 – 32°C. Setelah air terisi, maka tunggu 3 – 4 hari sampai air terendap dan mikroba baik tumbuh. Setelah 3 – 4 hari, kolam budidaya ikan nila siap digunakan.

Gambar Bibit Ikan Nila

Bibit Ikan Nila

4. Pemilihan Bibit Ikan Nila

Sekarang ini sudah banyak jenis ikan nila yang berhasil dikembangkan di Indonesia, mulai dari ikan nila gift, ikan nila merah, ikan nila citralada, ikan nila gesit, ikan nila dan ikan nila srikandi. Pemilihan jenis bibit ikan nila tergantung apa yang anda inginkan.

Ada berbagai macam bibit ikan nila yang diperjual belikan, mulai dari 2 – 10 cm. Kami sarankan untuk anda yang ingin budidaya ikan nila untuk menggunakan bibit ikan nila jantan.

Ini karena bibit ikan nila jantan lebih cepat tumbuh dan tanah akan penyakit dibanding betina. Persentase pertumbuhan bibit ikan nila jantan lebih cepat 40 % dibandingkan ikan nila betina.

Anda juga harus memperhatikan ciri – ciri bibit ikan nila yang sehat. Hal ini terpenting dalam budidaya ikan nila, ini agar pertumbuhan ikan nila cepat dan persentase kematin bibit ikan nila kecil. Berikut ini ciri – ciri bibit ikan nila sehat :

Ciri – ciri bibit ikan nila sehat

  • Gerakan ikan yang lincah,
  • Respon yang tinggi saat di beri pakan,
  • Tidak memiliki cacat fisik,
  • Warna ikan yang cerah,
  • Ukuran ikan nila seragam,
  • Memiliki bentuk badan normal dan masih terdapat lendir.
Penebaran Ikan Nila

Penebaran Ikan Nila

5. Penebaran Bibit Ikan Nila

Setelah anda memilih bibit ikan nila yang sehat, tahapan selanjutnya dalam budidaya ikan nila adalah penebaran bibit. Budidaya ikan nila yang baik adalah dengan penebaran 30 – 40 ekor ikan dalam 1 M2 kolam.

Contoh : Jika anda memiliki kolam ukuran 10 x 10 meter maka jumlah ikan yang bisa anda isikan adalah 3.000 – 4.000 bibit ikan nila, begitu juga dengan kelipatannya.

Sebelum anda menuangkan bibit ikan nila kedalam kolam, maka biarkan ikan nila menyesuaikan terlebih dahulu dengan suhu air (seperti gambar diatas). Ini bertujuan agar bibit ikan nila menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu kolam.

Lakukan hal tersebut selama 30 menit. Setelah penyesuaian suhu tubuh, maka bibit ikan nila siap ditebarkan kedalam kolam.

Pelet Ikan Nila

Pelet Ikan Nila

6. Pemberian Pakan

Pemberian pakan yang baik dalam budidaya ikan nila dilakukan 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Untuk bibit ikan nila ukuran 2 – 5 cm, anda bisa memberikan pelet ikan ukuran 2-3 mm.

Pemberian ukuran pelet terbantung pada ukuran dan bukaan mulut ikan nila. Semakin besar ikan nila maka ukuran pelet yang diperikan juga semakin banyak.

Pemberian pakan yang baik adalah dengan tidak terlalu banyak menebarkan pelet pada kolam. Ini karena sisa pelet yang tidak dimakan akan jatuh ketanah dan mengakibatkan zat amoniak dan H2S meningkat. Hal ini berakibat pada banyaknya ikan yang mati.

sirkulasi air kolam ikan nila

sirkulasi air kolam ikan nila

7. Sirkulasi Air

Dalam budidaya ikan nila, sirkulasi air juga perlu diperhatikan. Pertumbuhan ikan nila akan lebih cepat dan optimal jika kandungan oksigen terlarut dalam air tinggi.

Untuk meningkatkan oksigen terlarut dalam air, anda perlu memberikan pancuran/air mengalir dalam kolam (seperti gambar diatas).

Sirkulasi air dalam budidaya ikan nila sangatlah penting. Jika oksigen terlarut dalam air tinggi dan air kolam terjaga kebersihannya, maka kesehatan dan pertumbuhan ikan nila akan baik.

Gambar Bibit Ikan Nila Merah

Gambar Bibit Ikan Nila Merah

7. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Nila

Ada berbagai macam jenis hama dan penyakit yang bisa menyerang ikan nila. Nah, berikut ini jenis dan cara mengatahi penyakit dan hama pada ikan nila :

Jamur Ikan Nila

Jamur Ikan Nila

A. Ikan Nila Berjamur

Masalah terbesar dalam budidaya ikan nila adalah hama dan penakit. Penyakit yang sering menyerang ikan nila adalah jamur pada tubuh ikan.

Jamur pada ikan nila berwarna putih. Jamur ini biasanya menyerang sirip, mulut, kulit dan insang. Nama latin jamur yang menyerang ikan nila adalah Saprolegnia.

Cara mengatasi jamur pada ikan nila adalah dengan segera memisahkan ikan nila yang terkena jamur. Selanjutnya adalah dengan memberikan garam pada pada ikan yang terkena jamur

Menurut penelitian di sumatera utara, kadar salinitas garam yang bagus untuk mengatasi jamur saprolegnia adalah 15 ppt (part per thousand, ya sekitar 15 gram  garam per 1 kg air). Jika anda tidak bisa mengukur, maka rendamlah ikan yang terinfeksi ke air garam.

Untuk ikan yang di kolam  tetap diberi air garam selama 24 jam, kurang lebih  400 gram per m2. setelah itu ganti air kolam. selain garam bisa juga menggunakan malachite oxalate  1 mg per liter atau formalin 200 ppm, selama 2 jam. setelah itu gantilah air.

white spot ikan nila

white spot ikan nila

B. White Spote

White spote adalah balteri yang menyerang bagian luar dan dalam tubuh ikan nila. Jamur white spote memiliki nama latin Ichthyophthirius multifiliis. Parasit ini biasanya menyerang bagian luar seperti kulit, sirip dan insang.

Tandanya terlihat luka dan bercak putih pada organ yang diserang. Cara mengatasinya adalah dengan menjaga sanitasi kolam dan memasang filter air atau bak pengendapan pada instalasi pengairan kolam.

Pengobatan bisa dilakukan dengan merendam ikan yang sakit dalam larutan garam (NaCl) sebanyak 500-1000 mg/liter selama 24 jam. Atau dengan larutan formalin sebanyak 25 mg/liter.

Panen Ikan Nila

Panen Ikan Nila

8. Pemanenan

Waktu pemanenan ikan nila inilah yang ditunggu dulur-dulur petenak. Jika budidaya ikan nila ditujukan untuk dipasarkan di dalam negri, maka bobot ikan nila yang layak di panen yaitu 300-500 gram/ekor.

Ikan nila yang mencapai bobot 300-500 gram ini biasanya membutuhkan waktu pemeliharaan 4-6bulan. Sistem pemanenan ikan nila harus di lakukan secara bertahap.

Teknik pemanenan paling mudah yaitu dengan mengeringkan kolam ikan sebagaian/total. Selama pemanenan ikan nila, kolam harus selalu dialirkan air segar dengan tujuan untuk mencegah ikan tidak stres dan tidak mati.

Nah itulah artikel mengenai bagiaman cara budidaya ikan nila terbaik dan terlengkap. Budidaya ikan nila tidak hanya bisa anda lakukan di kolam tanah, tetapi anda juga bisa menggunakan kolam terpal, kolam tembok, bioflok, dan ember.

Akan tetapi hasil budidaya ikan nila di kolam tanah akan lebih optimal dibandingkan tempat budidaya ikan nila lainnya. Jadi tempat budidaya ikan nila kembali lagi pada pilihan anda.

Terimakasih sudah mengunjungi artikel kami tentang budidaya ikan nila ini. Kami mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian kata dan ada kekurangan dalam penyampaian ilmu cara budidaya ikan nila tersebut.

Budidaya Ikan Nila | oryza | 4.5
WhatsApp chat